| Tak Hanya Orang Tua yang Bisa Bijaksana |
|
|
|
| Written by Putu Wira Angriyasa |
| Thursday, 10 September 2009 15:38 |
|
Salam semangat untuk teman-teman generasi muda, generasi yang percaya akan keagungan ajaran Vedānta. Berbahagialah teman-teman karena tahu bahwa ajaran, yang lebih dikenal sebagai agama Hindu, yang teman-teman jalani ini adalah jalan yang memandang semua agama adalah benar. Tak sebaris pasukan pun yang digunakan untuk mengkhotbahkan ajaran yang memberikan kesadaran universal ini. Sehingga ajaran Vedānta tidak memiliki konsep jihad atau perang suci. Ajaran yang sungguh bijak ini tidak akan memberikan arti apabila pemeluknya sendiri tidak menerapkan prinsip kebijaksanaan (di Pancasila kita juga dimuat lho, ayo, sila ke berapa itu?)Pertanyaannya sekarang adalah kapan harus mulai menjadi bijak?menunggu hingga kita menguasai semua ilmu sosial ataukah menunggu hingga usia sudah benar-benar dewasa? Dalam kitab Sarasamuçcaya (kitab yang pernah jadi perdebatan tentang pandangannya terhadap kaum wanita)menyebutkan bahwa “Bukan yang tua usia itu kiranya arif,bukan yang ronyok laju kulitnya, bukan yang keriput seluruh tubuhnya, bukan yang ubanan rambutnya, melainkan yang berbudi luhur saja yang paham akan keadaan yang hakiki, beliau itulah arif bijaksana namanya…” Untuk menjadi bijak terhadap suatu masalah, terlebih dahulu kita harus paham akan masalah itu. Sesuatu itu, meskipun baik bagi kita, belum tentu baik bagi orang lain. Ingatlah bahwa kebaikan hanyalah pembedaan yang lebih sedikit dari kejahatan. Nilailah suatu masalah tidak dari sudut pandang kita saja. Dengan demikian kita akan saling mengerti akan perbedaan pandangan terhadap suatu masalah. Svāmī Vivekānanda, tokoh pembawa pesan Vedānta ke negara Barat menyatakan bahwa “bagi orang Hindu, manusia tak berangkat dari kesalahan menuju kebenaran, akan tetapi dari satu kebenaran ke kebenaran lain- dari kebenaran yang lebih rendah menuju kebenaran yang lebih tinggi”
Untuk itu, teman-teman generasi muda Hindu, sadarlah!... Di depan kita telah ada banyak permasalahan sosial yang menuntut solusi dari sudut pandangan keagamaan. Mulailah kita belajar agar kita tidak keliru dalam menjawab masalah tersebut berdasarkan prinsip-prinsip ajaran Vedānta. Kita, generasi muda juga BISA bersikap bijaksana.
|
| Last Updated on Thursday, 10 September 2009 16:10 |


