Bonjour, KMHD 2009! PDF Print E-mail
Written by Balikui   
Thursday, 10 September 2009 16:06

Tidak  ada yang mengira bahwa seorang anak yang lahir di Pisa, Tuscany pada tanggal 15 Februari 1564 akan membawa dampak besar bagi kehidupan manusia. Lelaki yang kemudian dikenal dengan nama Galileo Galilei itu ikut mendukung pernyataan Copernicus yang menyatakan bahwa Bumi bukanlah pusat tata surya. Lebih jauh, kedua tokoh ini percaya bahwa Bumi tetap bergerak secara konstan pada porosnya.

            Implikasi dari kesaksian kedua tokoh ini akan perputaran Bumi tidaklah mengindikasikan mengenai perubahan siang dan malam saja, namun juga banyak hal yang terjadi di dalamnya. Kenyataannya, kehidupan manusia di dunia ini tidaklah bergerak secara horizontal, vertikal, atau kurva tertentu. Ia dengan yakin bergerak memutar, dari suatu titik dan akhirnya harus melalui lagi titik tersebut. Dengan tetap berpegang pada prinsip skeptisme, implikasi dari Galileo ini ternyata memang terbukti pada semua aspek kehidupan manusia.

            Tidak terkecuali pada kehidupan awal kampus. Sekali lagi, Galileo membuktikan bahwa teori yang ia ajukan adalah benar. Perputaran, sekali lagi terasa dalam kehidupan awal kampus. Tidak sedikit mahasiswa baru di kampus rakyat ini adalah siswa-siswa yang memiliki reputasi penting di sekolahnya dahulu. Dan sangat banyak dari mereka yang dihormati dengan sebutan Senior oleh adik kelasnya di sekolah dulu. Sayangnya, itu dulu.

            Kini, kenyataan seolah membenarkan ucapan Galileo tersebut : Bumi berputar! Perputaran dari seseorang yang awalnya senior menjadi junior kembali, betul-betul menjadikan mahasiswa baru seperti menjadi ‘bayi’ lagi dalam dunia akademis. Mereka yang awalnya menjadi anak sulung, kini harus bersedia menjadi bungsu kembali. Mereka yang awalnya dipanggil senior, kini harus rela memanggil orang lain dengan kata itu. Adaptasi dengan lingkungan baru pun harus dilakukan kembali. Dan jawaban yang tersedia dari hal ini memang cuma satu: perputaran.

            Perputaran itu berlangsung cepat dan kadang tidak disadari, rekan-rekan KMHD 2009. Seiring dengan perputaran itu, ujian yang harus dihadapi pun akan semakin rumit sebagai konsekuensi atas proses pendewasaan yang termasuk didalamnya. Namun, memang tidak ada cara lain dalam menghadapi perputaran itu selain mengikuti putarannya. Jangan berlari terlalu cepat atau malah melawan perputaran. Rasakanlah harmoni dalam putaran itu. Maka, teruslah berputar.                                                                                                                      

Last Updated on Thursday, 10 September 2009 16:57
 

Add your comment

Your name:
Subject:
Comment: